Tentang BurnoutGuard
BurnoutGuard adalah sistem deteksi dini risiko burnout berbasis AI yang membantu mahasiswa mengenali tanda-tanda kelelahan mental sejak awal sebelum berdampak lebih jauh pada aktivitas sehari-hari.
Mengapa burnout mahasiswa penting?
masyarakat Indonesia diperkirakan mengalami penyakit mental
Menkes Budi Gunadi Sadikin
remaja usia 15–24 tahun mengalami gangguan kecemasan & depresi
Data nasional
yang mendapat akses layanan psikolog profesional
Data nasional
Krisis kesehatan mental di kalangan mahasiswa Indonesia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, namun sebagian besar kasus tidak terdeteksi secara dini karena minimnya kesadaran dan akses layanan. Survei di UNESA terhadap 1.219 mahasiswa menemukan 21,9% berada dalam kelompok risiko tinggi kesehatan mental. Rasio psikolog di Indonesia baru mencapai 1:200.000 penduduk — jauh dari standar WHO 1:30.000.
BurnoutGuard hadir sebagai lapisan pertama (first layer of defense) yang mendorong mahasiswa mengambil langkah awal sebelum kondisinya memburuk, dengan memanfaatkan data gaya hidup sehari-hari yang mudah diisi — jam tidur, screen time, jam belajar, tingkat kecemasan dan lainnya.
Apa saja yang dapat dilakukan BurnoutGuard?
Input Form Gaya Hidup
Pengguna dapat mengisi data harian seperti jam tidur, screen time, jam belajar, tingkat kecemasan dan lainnya.
Prediksi AI Akurat
Model Deep Learning berbasis TensorFlow yang mengelompokkan risiko burnout ke tiga level: Rendah, Sedang, dan Tinggi — dengan target akurasi minimal 85%.
Rekomendasi Actionable
Sistem memberikan saran konkret seperti "kurangi screen time 30 menit sebelum tidur" atau "tingkatkan waktu tidur", bukan hanya angka.
Dashboard & Visualisasi
Grafik kondisi pengguna berupa bar chart, heatmap, tren risiko, dan distribusi probabilitas untuk memahami pola burnout dari waktu ke waktu.
Privasi & Keamanan
Data pengguna dikelola dengan aman. Tidak ada data yang dijual atau dibagikan ke pihak ketiga.
Dibangun untuk Mahasiswa
Dirancang khusus untuk mahasiswa Indonesia yang menghadapi tekanan akademik, sosial, dan gaya hidup digital sehari-hari.
6 orang, 3 keahlian, satu tujuan
BurnoutGuard dikembangkan oleh tim yang terdiri dari anggota dengan keahlian di bidang AI Engineering, Data Science, dan Full-Stack Web Development.